TEGAL, iNews.id - Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyebabkan kerusakan parah di kawasan permukiman warga dan fasilitas pendidikan. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa hari berturut-turut.
Tanah di sekitar permukiman dilaporkan terus bergeser secara perlahan namun konsisten. Akibatnya, struktur tanah menjadi labil dan tidak lagi mampu menopang bangunan di atasnya.
Dampak paling signifikan dari tanah bergerak di Desa Padasari terlihat di kompleks Pondok Pesantren Al-Adalah. Sejumlah bangunan pondok roboh atau mengalami kerusakan berat pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
Asrama Putra 1 menjadi bangunan yang mengalami kerusakan paling parah menyusul Asrama Putri yang lebih dahulu ambruk. Dinding retak, lantai ambles, dan sebagian struktur bangunan runtuh akibat pergeseran tanah yang terus terjadi.
Detik-detik asrama putra pesantren tersebut ambruk terekam video yang viral di media sosial. Para santri langsung dipindahkan ke bangunan lain yang dinilai lebih aman di lingkungan pesantren. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah risiko korban jika pergerakan tanah kembali terjadi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah bergerak di Desa Padasari ini, dampaknya cukup besar. Sebanyak 526 santri, staf, dan warga terdampak dievakuasi atau dipindahkan karena kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan penghuni. Aparat desa bersama pengelola pesantren memastikan seluruh santri berada di lokasi yang lebih aman.
Kondisi tanah yang masih bergerak membuat warga dan pihak pesantren tetap waspada terhadap kemungkinan kerusakan susulan.
Dampak tanah bergerak di Desa Padasari tidak hanya dirasakan oleh pihak pesantren. Puluhan hingga ratusan rumah warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan berat.
Sejumlah sekolah dan fasilitas umum dilaporkan terdampak akibat fenomena yang sama. Retakan besar pada dinding rumah, lantai terangkat, hingga bangunan miring menjadi pemandangan umum di beberapa titik desa.
Warga kini memilih menjauh dari bangunan yang berisiko roboh sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Informasi diperoleh, hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan Jatinegara menjadi pemicu utama terjadinya tanah bergerak di Desa Padasari. Struktur tanah yang jenuh air membuat lapisan tanah di bawah permukaan mudah bergeser.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru atau bangunan yang mulai miring.