Nasional |

BEKASI, iNews.id – Ratusan rumah warga di Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir setinggi 1,5 meter lebih pada Kamis (29/1/2026) dini hari. Banjir dipicu meluapnya Kali Bekasi setelah menerima kiriman air dalam volume besar dari wilayah Kabupaten Bogor.


Beruntung, alarm Early Warning System (EWS) yang terpasang di pinggir kali berfungsi dengan baik, sehingga warga sempat menyelamatkan diri sebelum air merendam permukiman.


Suasana mencekam terjadi saat alarm peringatan dini mulai berbunyi kencang pada Rabu malam. Menyadari Tinggi Muka Air (TMA) Kali Bekasi naik secara drastis, warga yang sudah terbiasa dengan ancaman banjir langsung bergegas mengemasi barang berharga.


"Begitu alarm EWS berbunyi keras, warga langsung cepat bergegas untuk mengungsi ke musala terdekat. Kami tidak berani ambil risiko karena air naik sangat cepat," ujar Pungut, Ketua RT di Kampung Lebak.


Meski sebagian besar warga memilih mengungsi, beberapa warga lainnya yang memiliki rumah bertingkat memilih tetap bertahan di lantai dua rumah mereka sambil menjaga harta benda.


Banjir kiriman ini merendam setidaknya dua wilayah RT di Kampung Lebak dengan total warga terdampak mencapai sekitar 150 Kepala Keluarga (KK). Sebagai salah satu titik terendah di Bekasi Utara, Kampung Lebak memang menjadi langganan banjir setiap kali hulu Kali Bekasi di Bogor diguyur hujan deras.


Relawan dari Baznas Tanggap Darurat Kota Bekasi, Sarinah, menyebutkan bahwa petugas gabungan telah disiagakan di lokasi untuk membantu evakuasi dan menyalurkan bantuan darurat.


Mengantisipasi kenaikan air yang lebih tinggi, sejumlah petugas dari Kelurahan Teluk Pucung, BPBD Kota Bekasi, serta relawan bencana disiagakan di lokasi kejadian. Perahu karet juga disiapkan untuk mengevakuasi warga lansia maupun anak-anak jika kondisi semakin memburuk.


"Kami terus memantau pergerakan air. Petugas di lapangan tetap siaga karena cuaca di wilayah hulu (Bogor) masih terpantau tidak menentu," tambah petugas di lokasi.


Seringnya banjir melanda wilayah tersebut membuat warga mulai jenuh. Masyarakat Kampung Lebak berharap Pemerintah Kota Bekasi lebih serius dalam menangani banjir di wilayah mereka, khususnya dengan mempercepat pembangunan tanggul permanen.


"Kami mohon kepada Pemkot Bekasi agar segera dibuatkan tanggul atau pembatas kali yang permanen. Kalau hanya mengandalkan EWS, harta benda kami tetap rusak setiap kali banjir datang," keluh warga setempat.



Original Article


#BanjirJabodetabek