KARAWANG, iNews.id - Banjir masih merendam ribuan rumah warga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat hingga hari keempat, Rabu (21/1/2026). Genangan air tercatat masih terjadi di enam kecamatan dan 17 desa, meski di beberapa wilayah mulai berangsur surut.
Kondisi banjir Karawang ini masih mengganggu aktivitas masyarakat karena sejumlah titik pemukiman dan akses jalan belum bisa dilalui. Warga yang terdampak parah terpaksa bertahan di lokasi pengungsian demi keselamatan.
Ketinggian banjir masih bervariasi antara 1 meter hingga 1,5 meter. Akibat kondisi tersebut, warga belum dapat kembali ke rumah dan memilih bertahan di tempat pengungsian. Sejumlah kebutuhan dasar masih sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah dan aparat.
Beberapa wilayah yang masih mengalami banjir cukup parah di antaranya Desa Karangligar Dusun Pangasinan, Kecamatan Telukjambe Barat. Selain itu, Dusun Tegaluhur di Kecamatan Telukjambe Timur serta Desa Gempol Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, juga masih terendam.
Di wilayah tersebut, ketinggian air rata-rata masih mencapai 1 meter hingga lebih. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total.
Banjir Karawang yang belum surut juga menyebabkan akses jalan antar desa dan lingkungan pemukiman tidak bisa dilalui kendaraan. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat belum dapat melintas di kawasan terdampak.
Warga yang ingin menuju atau meninggalkan lokasi banjir harus menggunakan perahu atau alat transportasi darurat lainnya. Situasi ini menambah kesulitan bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, ratusan warga masih bertahan di sejumlah titik pengungsian yang dinilai aman. Sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah karena air berangsur surut, namun warga dengan dampak banjir parah memilih tetap mengungsi.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban banjir Karawang, Polda Jawa Barat bersama Polres Karawang membuka dapur umum. Dapur umum tersebut berlokasi di Kecamatan Telukjambe Barat.
Kapolres Karawang AKBP Fiki mengatakan, dapur umum tersebut dioperasikan menggunakan kendaraan taktis serbaguna. Kendaraan itu difungsikan sebagai sarana penyediaan makanan bagi warga terdampak.
“Kami operasikan dapur umum bantuan Polda Jabar yang bisa menghasilkan 400-500 porsi untuk warga di penampungan korban banjir dan di kantor desa,” ujarnya.
Dari dapur umum tersebut, petugas menyediakan makanan siap saji dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Aparat bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna mempercepat penanganan banjir Karawang serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.