Nasional |

KUPANG, iNews.id – Semburan lumpur di Bukit Liman yang sempat menghebohkan warga Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan bukan letusan gunung api. Kepastian itu disampaikan Polda NTT setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi langsung di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, narasi yang menyebut Bukit Liman “meletus” beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, sehingga memicu kepanikan warga. Dia menegaskan semburan itu bukan aktivitas vulkanis.

“Hasil pengecekan di lapangan memastikan bahwa peristiwa tersebut adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanis. Bukit Liman bukan gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar Henry, Kamis (15/1/2026).

Fenomena semburan lumpur di Bukit Liman terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita dan direkam warga setempat. Dalam video berdurasi sekitar 3 menit, semburan lumpur terlihat keluar dari kaki bukit dan dari kejauhan tampak seperti gelombang besar, sehingga memunculkan asumsi keliru di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti video tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Uitiuh Tuan melakukan pengecekan lapangan pada Selasa (13/1/2026). Hasil verifikasi menunjukkan aktivitas semburan lumpur di Bukit Liman telah berhenti pada Selasa pagi.

Endapan lumpur yang tersisa diperkirakan memiliki luasan sekitar 30 x 40 meter. Lokasi semburan berada kurang lebih 2 kilometer dari permukiman warga. Tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian materiel akibat peristiwa ini.

Kabid Humas Polda NTT menjelaskan, fenomena tersebut diduga dipicu oleh tekanan gas alam dan air tanah di bawah permukaan yang menemukan celah untuk keluar.

“Fenomena ini baru pertama kali terjadi di Bukit Liman. Dugaan sementara disebabkan oleh tekanan gas dan air tanah, bukan karena aktivitas gunung api,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Semau bersama pemerintah desa dan kecamatan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang. Aparat juga berencana memasang papan peringatan serta menyampaikan imbauan langsung kepada warga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi semburan, tetap waspada, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” ucapnya.

Polda NTT memastikan akan terus memantau perkembangan semburan lumpur di Bukit Liman dan berkoordinasi dengan instansi terkait demi menjamin keselamatan masyarakat. Warga juga diminta lebih bijak menyaring informasi, khususnya yang beredar di media sosial.



Original Article


#regional