PASURUAN, iNews.id - Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap mahasiswi asal Probolinggo, Faradillah Amalia Najwa, Selasa (13/12/2026) siang. Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Cangar, Batu, Malang serta Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Dalam proses tersebut, dua tersangka yakni Bripka Agus Sulaiman, anggota Polsek Tiris Kabupaten Probolinggo dan rekannya Suyitno, memperagakan 15 adegan.
Dari adegan yang diperagakan, diketahui korban dibunuh di daerah Batu, Malang, sebelum jasadnya dibuang di pinggir jalan raya Wonorejo, Pasuruan.
Di lokasi Pasuruan, kedua tersangka dikawal tim Jatanras Polda Jatim menuju mobil Triton merah milik Agus yang digunakan saat membawa jasad korban. Agus berperan sebagai pengemudi, sementara Suyitno bertugas membuang jasad korban.
Rekonstruksi adegan satu hingga 10 dilakukan di Jalan Raya Tulungrejo, Kota Batu, sedangkan adegan 11 hingga 15 diperagakan di Jalan Raya Wonorejo, Pasuruan.
Polisi juga sempat menanyakan detail barang milik korban, termasuk helm yang dikenakan, namun kedua pelaku mengaku lupa.
Motif pembunuhan diduga karena sakit hati, sekaligus adanya keinginan menguasai harta keluarga korban yang dikenal berada. Ironisnya, korban merupakan adik ipar dari tersangka Agus yang berstatus polisi aktif.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur menegaskan bahwa rekonstruksi ini untuk memperjelas kronologi kasus. Sementara kuasa hukum keluarga korban, Samsudin, meminta agar pihak kepolisian mengungkap kasus ini seterang-terangnya dan menegakkan keadilan.
Setelah rekonstruksi di Pasuruan, tim Jatanras Polda Jatim berencana melanjutkan proses serupa di wilayah Probolinggo. "Jadi sudah ada beberapa adegan dan penyesuaian dengan BAP dan tidak ada sanggahan dari tersangka," ujar AKBP Arbaridi di lokasi.
Sebelumnya, jasad korban ditemukan lengkap dengan helm di tepi sungai pada 16 Desember lalu. Dugaan awal korban begal, namun hasil penyelidikan mengungkap korban dibunuh oleh kakak iparnya sendiri bersama seorang rekannya.