PANDEGLANG, iNews.id - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Pandeglang, Banten, sejak beberapa hari terakhir menyebabkan 13 kecamatan terendam banjir. Kecamatan Pagelaran menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.
Kondisi ini memaksa ribuan warga mengungsi, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah karena belum mendapat bantuan evakuasi.
Sementara itu, di Desa Bulagor, sebanyak 596 warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Namun, sejumlah warga masih terisolasi di rumah mereka karena akses jalan desa terputus. Satu-satunya moda transportasi yang bisa digunakan saat ini hanyalah perahu nelayan.
Cuaca mendung disertai hujan ringan membuat proses evakuasi semakin sulit. Pihak desa berupaya mengevakuasi warga yang masih tertahan, meski sebagian korban memilih tetap menjaga harta benda mereka walau rumah hampir tenggelam.
Menurut Herman, salah seorang korban banjir, mereka sudah dua hari menempati camp pengungsian setelah rumahnya tidak lagi bisa dihuni.
"Air di rumah sedada," kata Herman di lokasi pengungsian.
Kepala Desa Bulagor, Jaenudin menegaskan bahwa warga sangat membutuhkan bantuan perahu karet untuk mempercepat evakuasi.
"Banjir pada hari ini menginjak hari yang keempat dan air masih naik. Mungkin kalau hujan kemungkinan air lebih besar lagi," ujar Jaenudin di lokasi.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan menangani bencana ini. Mereka khawatir ada anggota keluarga yang hilang karena banjir telah menerjang desa selama empat hari berturut-turut di awal 2026.