Nasional |

JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menegaskan, pentingnya dukungan pemerintah terhadap generasi muda dan insan kreatif, agar industri film Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan dan bersaing di tingkat global.

Hal itu disampaikan Gibran saat mengunjungi Doss Guava XR Studio, sebuah ruang produksi film berbasis teknologi extended reality (XR). Kunjungan tersebut ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @gibran_rakabuming.

"Mampir ke Doss Guava XR Studio, ruang film berbasis teknologi extended reality yang sangat membanggakan," tulis Gibran dalam unggahannya yang dikutip pada Jumat (2/1/2025).

Dalam video tersebut, Gibran turut menyematkan lagu “Lagu Melayu” karya Pandji Pragiwaksono. Pemilihan lagu itu dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus respons terhadap pandangan Pandji yang selama ini kerap menyoroti pentingnya ekosistem kreatif dan keberpihakan negara terhadap industri film nasional.

Gibran menekankan, bahwa pemerintah harus hadir mendorong kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam industri kreatif, khususnya perfilman.

"Pemerintah harus mendorong generasi muda dan insan kreatif melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi," ujar Gibran.

 

Ia optimistis, dengan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi seperti XR, industri film Indonesia tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

"Saya yakin sekali, industri film Indonesia akan dapat tumbuh berkelanjutan serta mampu bersaing di tingkat global," ucapnya.

Gibran pun menutup unggahannya dengan ajakan singkat yang mencerminkan semangat percepatan dan optimisme terhadap masa depan industri kreatif nasional.

"Gas!" tutupnya.

Sejumlah pengguna Instagram menyoroti pemilihan lagu tersebut dan mengaitkannya dengan sosok Pandji Pragiwaksono. Akun @putric_ menuliskan, “Lagunya Panji botak, menyala mas wapres.”

Komentar senada juga disampaikan akun @krismagara_ yang bertanya, “Lagu Pandji nggak tuh?” Sementara akun @rahmatullahrahmat91 menilai pemilihan lagu tersebut sebagai bentuk apresiasi. “Lagu Panji, mantap mas Gibran,” tulisnya.

 

Namun, tidak semua respons bernada pujian. Akun @zeinassagaf_ mengungkapkan pandangan kritis dengan mempertanyakan harapan publik terhadap figur tertentu.

“Berharap sama siapa kalian? Wakil Presiden kita Gibran,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.

Dalam komentar lanjutan, akun yang sama menegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan keyakinan pribadi Pandji Pragiwaksono, bukan pendapatnya sendiri.

“Ini menurut keyakinan Pandji, bukan saya,” tulisnya.



Original Article


#nasional